Kamis, 19 Desember 2013

Prince


Aku melihatnya lagi. Masih sama. Secerah saat itu. -saat pertama kali kami bertemu-
Pangeran. Aku menyebutnya 'pangeran'. Seseorang dengan wajah bersinar, senyum yang tak berdosa, hidung mancung, berkulit putih. Perfect! Satu kata yang masih terucap untuknya sejak pertama kali aku bertemu. Sampai sekarang tentunya.

Jatuh cinta? Ah, mungkinkah? Ku rasa, aku hanya menyukainya. Tetapi, itu dulu. Sekarang? Ku rasa aku berubah pikiran. Aku benar-benar menyukainya. Salah. Ku rasa aku jatuh cinta. 
Tidak. Aku tidak jatuh cinta. Bukan itu. Ini lebih dari sekedar jatuh cinta!

Puisi Langit Biru

Gelap yang terlelap

Melukis sejuta kepak sayap

Lewat goresan awan yang berkelap


Dingin, 

seperti luka yang tertiup angin

Menggelapkan sudut yang terang oleh  lilin


Ketika ia tampakkan cahyanya,

Kau datang dengan hamparan yang menyala

Diiringi nada kecil tak berwarna

Membuatku bergembira


Kau seperti cermin tanpa bayangan

Melewatkanku pada sebuah kenangan

Saat bintang tak lagi berkilauan


Seperti senandung cinta

Kaumembuatku tak berkata-kata

Berpikir,

Lewat ucap yang tak terukir

Mengantarku pada air yang berbulir..